Mourinho: Tujuh Pemain Inter Pun Bisa Menang

Senin, 25/1/2010 | 05:44 WIB

MILAN, KOMPAS.com — Pelatih Inter Milan Jose Mourinho memamerkan kekuatan timnya. Kemenangan Inter atas AC Milan membuktikan mereka tetap kuat meski bermain dengan sembilan pemain. Inter baru bisa kalah jika bermain dengan enam pemain.

“Kami membuktikan segalanya. Kami membuktikan bahwa kami hanya akan kalah jika kami bermain dengan enam pemain, karena dengan tujuh pemain kami pun masih bisa menang,” kata Mourinho kepada Sky Italia.

“Inter sangat hebat dalam segi taktik, fisik, psikologis dan sejak awal kami benar-benar lebih kuat dan mampu memenangi pertandingan dengan mulus,” tambahnya.

Inter memang menguasai permainan sejak awal laga. Mereka terus mendesak, memaksa Milan main cepat. Pada menit ke-9, mereka unggul lewat gol Diego Milito.

Setelah Wesley Sneijder diusir wasit, Inter pun masih berani menyerang dan mencetak gol. Menjelang laga berakhir, Inter harus bermain dengan sembilan pemain karena Lucio mendapat kartu kuning kedua. Namun, lagi-lagi Inter terlalu kuat. Tendangan penalti Ronaldinho terbaca oleh kiper Julio Cesar.

“Kami beruntung akhirnya hanya bermain sembilan pemain dan itu sebabnya kami menang, tidak terlalu mulus, karena Milan melakukan segalanya hingga akhir,” tambah pelatih asal Portugal itu.

Kemenangan ini semakin mengokohkan Inter di puncak klasemen. Mereka unggul sembilan poin atas AC Milan, yang menempati urutan kedua. (FBI)

Kiprah Indonesia di Piala Dunia

Timnas Indonesia pada Piala Dunia 1938

Diakui atau tidak, Indonesia adalah negara Asia pertama yang berlaga di ajang Piala Dunia, tepatnya Piala Dunia 1938 di Prancis.

Meski saat itu belum merdeka, Indonesia mengusung nama Nederlandsche Indiesche atau Netherland East Indies atau Hindia Belanda.

Panasnya keadaan di Eropa dan sulitnya transportasi ke Prancis secara tak langsung memberikan keuntungan. Jepang menolak hadir dan memberikan kesempatan bagi Hindia Belanda untuk tampil mewakili zona Asia di kualifikasi grup 12. Lalu Amerika Serikat yang jadi lawan berikutnya menyerah tanpa bertanding.

Jadilah anak-anak Melayu ini melenggang ke Prancis.
Pengiriman kesebelasan Hindia Belanda bukannya tanpa hambatan. NIVU (Nederlandsche Indische Voetbal Unie) atau organisasi sepak bola Belanda di Jakarta bersitegang dengan PSSI yang telah berdiri April 1930. PSSI yang diketuai Soeratin Sosrosoegondo, insinyur lulusan Jerman yang lama tinggal di Eropa, ingin pemain mereka yang dikirimkan.

… continue reading this entry.

Teknik Testing menggunakan Junit pada Extreme Programming

Extreme Programming (XP) menganut paradigma berbeda dalam hal tes dengan model pengembangan perangkat lunak lainnya. Jika pada pengembangan perangkat lunak lainnya tes baru dikembangkan setelah perangkat lunak selesai menjalani proses coding maka pada XP tim pengembang harus membuat terlebih dahulu tes yang hendak dijalani oleh perangkat lunak. Berbagai model tes yang mengantisipasi penerapan perangkat lunak pada sistem dikembangkan terlebih dahulu. Saat proses coding selesai dilakukan maka perangkat lunak diuji dengan model tes yang telah dibuat tersebut. Pengetesan akan jauh lebih baik apabila dilakukan pada setiap unit perangkat lunak dalam lingkup sekecil mungkin daripada menunggu sampai seluruh perangkat lunak selesai dibuat. Dengan memahami tahap ini kita dapat melihat bahwa siklus pada XP adalah requirement analysis test code design. Sekilas terlihat hal ini tidak mungkin dilakukan tetapi pada kenyataannya memang gambaran inilah yang paling dapat menjelaskan tentang XP.

Unit testing

JUnit adalah sebuah framework yang dikembangkan di atas Java. JUnit dapat dikatakan sebuah simple test framework yang didesain untuk melakukan testing yang bersifat berulang. Testing merupakan pekerjaan yang simple dan tetap akan tetapi oleh sebagian programmer terasa memberatkan. Sebagai contoh, misalnya kita melakukan refactor terhadap suatu komponen yang memiliki kode program ribuan baris, akan sangat mudah dengan menggunakan Netbeans atau Eclipse tinggal klik kanan refactor dan masukkan nama baru untuk komponen tersebut dan selesai.

Akan tetapi apakah dengan melakukan refactoring semua kode program akan berjalan dengan baik dan stabil?? unit testing adalah salah satu cara untuk merealisassikannnya karena unit testing adalah sebuah mekanisme yang meyakinkan kita bahwa setiap perubahaan terhadap kode akan menghasilkan result yang benar. Unit testing yang sukses akan lebih meyakinkan bahwa kode kita ini benar-benar berjalan dengan baik.

… continue reading this entry.

Buat hotspot murah

Koneksi Internet Broadband murah meriah makin membanjiri wilayah ibukota dan beberapa wilayah kota lain.

Jika anda punya public area (misalnya Kafe, Warung, Tempat Belanja, dll)yang ingin dikasih fasilitas Hotspot sebagai nilai tambah, bisa aja nih.

  1. Langganan Internet Unlimited murah-meriah. Misalnya, FastNet atau Telkomsel Flash Unlimited atau Speedy Office Unlimited.
  2. Punya Modem/Router dan AccessPoint. Setahu saya, WAP termasuk router sederhana harganya sekitar 400-500ribu kok. Jika mau pakai Telkomsel Flash Unlimited, musti beli Router Wireless 3G (ada merk DLink) dan Access Point-nya. Speedy? sudah ada router+modem+AP.
  3. Setting AccessPoint-nya dengan NoEncryption.
  4. Atur Posisi AccessPoint agar tidak luber sampai luar area yg diinginkan. Kalau tempatnya kecil tapi punya AccessPoint yang powernya kuat, mungkin Anda terpaksa harus menambah tembok tebal di dekat pintu keluar, agar “hotspot” anda tidak ditebengi oleh orang (yang ada di) luar. :D

Langkah terakhir, kasih tau posisinya ke saya agar saya bisa nebeng internetnya gratis. hehehe.

BSA: Software Bajakan Bukan Soal Harga, Tapi Budaya

Jakarta – Geliat software bajakan di Indonesia yang tak kunjung ada habisnya dinilai bukan karena masalah harga jual software asli yang mahal. Namun lebih didasarkan oleh budaya bangsa ini yang terbiasa membeli software bajakan.

Demikian penilaian dari Roland Chan, Senior Director Marketing Business Software Alliance (BSA) Asia Pasifik ditemui di Polda Metro Jaya, Selasa (15/12/2009). BSA sendiri adalah organisasi nirlaba yang menaungi para vendor software dalam memerangi pelanggaran hak cipta.

“Harga bukanlah alasan yang dijadikan isu utama dalam maraknya software bajakan di Indonesia. Namun lebih ke persoalan budaya yang harus diubah,” tukasnya.

Menurutnya, harga software resmi yang dibanderol para vendor tersebut sudah bisa dibilang kompetitif. Jadi tidak bisa dikatakan juga bahwa software resmi itu identik dengah harga mahal.

“Jika Anda bicara soal harga, para produsen ini rasanya sudah menawarkan harga yang kompetitif untuk bersaing dengan vendor lain secara global,” lanjutnya.

Hanya saja, penilaian dari Roland tersebut terkesan berseberangan dengan apa yang disampaikan oleh Kapolda Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono.

Sebab menurut Kapolda, dari berbagai macam pemicu pembajakan keping digital, salah satu yang paling berpengaruh adalah masih besarnya keinginan masyarakat untuk mendapatkan harga yang lebih murah.

Dengan kata lain, harga yang ditawarkan oleh para vendor pembuat software dianggap masih kelewat tinggi dari daya beli masyarakat. Setidaknya, harga masih memegang peranan.
( ash / faw )

sumber : http://www.detikinet.com/read/2009/12/15/141959/1260470/399/bsa-software-bajakan-bukan-soal-harga-tapi-budaya

« Entri lama
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.